Minggu, 01 Februari 2009

Taekwondo Merasa Dianaktirikan PB TI......???????

SEMARANG- Para taekwondoin Jateng merasa dianaktirikan oleh Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PB TI). Buktinya, dari lima atlet yang dipanggil masuk Pemusatan Latihan Nasional (Peltanas) Asian Games Qatar, tidak satupun taekwondoin Jateng yang masuk di dalamnya.

Padahal kalau dilihat dari segi prestasi, Jateng selalu menjadi yang terbaik, langganan juara umum tingkat nasional. Setiap Kejurnas Piala LG digelar, Derry Darmansyah dkk menjadi juara umum, terhitung sejak tahun 2003 sampai tahun 2005, termasuk juara umum PON XVI Palembang.

Demikian halnya, prestasi yang diperlihatkan oleh atlet-atlet junior di tingkat nasional. Kejurnas yang digelar sejak tahun 1994 sampai Kejurnas tahun 2005, juara umum belum pernah lepas dari Jateng, sehingga harus diakui kalau Jateng sebagai basis pembinaan di Tanah Air.

"Pemilihan itu kami anggap tidak fair. Ada unsur like and dislike karena sistem pemilihan yang digunakan tidak jelas, sehingga terkesan menganaktirikan Jateng. Kalau PB mau jujur, Derry Darmansyah masih layak masuk Timnas yang dipersiapkan ke Qatar,"' jelas Pelatih Kepala Pelatda Jangka Panjang (PJP) Jateng, Bambang Wijanarko SE siang kemarin.

Mantan pelatih Tim SEA Games Manila ini, mengakui kalau di Manila beberapa waktu lalu, Derry gagal meraih medali, tetapi tidak selayaknya langsung tercoret dari tim nasional. Sebab pada SEA Games sebelumnya atlet yang biasa turun di kelas bantam ini selalu menymbangkan medali.

"Itu hanya alasan yang dicari-cari, karena pada SEA Games sebelumnya Derry menjadi langganan medali. Baru sekali gagal, langsung tidak dipakai. Sementara, atlet-atlet yang masih belum jelas prestasinya dipanggil," tandasnya.

Pelatih yang pernah menyandang predikat pelatih terbaik nasional itu mencontohkan pemanggilan Yuana Wangsaputri menggantikan peran Derry di kelas bantam, terkesan atlet asal DKI ini dipaksakan karena usianya sudah mencapai 29 tahun, sementara Derry baru 25 tahun.

"Kewenangan sepenuhnya ada di tangan PB, sehingga kalau kami rasakan hampir ada kesamaan dengan PB PASI yang telah menganaktirikan Trianingsih. Bisa dilihat atlet pemanggilan Wangsa, yang kami anggap sudah uzur masih dipaksakan."

Tidak Berharap

Seperti berita sebelumnya (7/1), PB TI telah memanggil lima atlet yang berasal dari berbagai daerah untuk persiapan Asian Games Qatar, masing-masing Yuana Wangsa dari DKI, Rosandi (Jabar), M Dahlan Imam (Jabar), Taufik Krisna (Jabar), Basuki Nugroho dari Sumut.

Tetapi menurut Sekjen PB TI Ade Lukman, pihaknya sengaja tidak memanggil Derry Darmansyah karena Derry tidak menunjukkan prestasi di Manila, padahal atlet yang dipanggil persiapan menuju Qatar akhir tahun 2006, hanya mereka yang berprestasi.

Selain Yuana Wangsa, Bambang juga mempertanyakan keberadaan Dahlan Imam, karena atlet yang biasa turun di kelas fly ini tidak masuk dalam Timnas SEA Games, setelah cedera patah tulang punggung akibat kecelakaan lalu lintas.

"Sekarang, kami masih mempertanyakan tingkat kesembuhannya, karena baru satu tahun lalu mengalami kecelakaan. Lalu apa pertimbangan PB memanggil dia, prestasi di PON ataupun di SEA Games Manila juga tidak. Dari lima atlet, yang berprestasi hanya Basuki Nugroho, karena atlet di kelas welter ini meraih medali emas di Manila."

Jadi setelah atletnya tidak ada yang masuk Timnas, pelatih yang sudah sering keluar masuk Timnas ini tidak pernah berharap masuk menjadi pelatih Peltanas bersama pelatih asal Korea Oh Il-nam, "saya tidak berharap, sekarang unu PB lebih percaya kepada pelatih asal Korea itu." (C16-28)

Tidak ada komentar:

Dengerin Lagu Yukzzzzzzzz.......................

lutchu na............